Jumat, 07 September 2007
TAUBAT SEBAGAI KEBUTUHAN
Dalam kehidupan, manusia tak dapat luput dari yang namanya kesalahan. Ada kesalahan (dosa) vertikal kepada Allah. ada juga dosa horizontal kepada manusia dan sesama makhluk Allah.
Sering kali kita secara tak sadar, entah dalam canda, berfikir, berdiskusi, beribadah, berdoa melakukan dosa kepada Allah dan makhlukNya. Dalam canda hati menjadi lalai, dalam berfikir terkadang kita melampaui batas, dalam diskusi kita megeluarkan kata yang kasar dan menghujat, dalam beribadah ada riya dan tidak khusyu, dan dalam berdoa kita lupa adab dan tergesa-gesa. Manusia tak bisa lepas dari kesalahan walau hanya sebesar dzarrah, maka taubat dan istighfar amat diperlukan.
Taubat adalah perintah Allah dan Rasul Nya. Manusia secara totalitas tidak layak masuk syurga karena segala kebaikan yang dikumpulkan sebaik-baik manusia tidaklah sebanding dengan nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya. Ibadah yang dikumpulkan sseorang selama hidupnya hanya sebagai pembuktian bahwa dirinya menyerah kepada ketetapan Allah
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An-Nuur: 31)
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ
dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Huud : 3)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (At-Tahrim : 8)
Ucapan taubat secara sederhana adalah dengan melafalkan istighfar kepada Allah. namun bukan sekedar ucapan belaka. Pernah seseorang di adapan Imam Ali mengucapkan “Astaghfirullah”, maka imam Ali berkata padanya, “semoga ibumu meratapi kematianmu. Tahukah kamu apa istighfar itu? Istighfar adalah derajat orang-orang yang tinggi kedudukannya. Ia adalah nama yang terkandung pada enam makna.
Pertama, penyesalan yang telah lalu. Kedua, bertekad untuk tidak kembali ke perbuatan dosa itu selamanya. Ketiga, mengembalikan hak orang lain yag diambilnya sehigga kamu berjumpa dengan Allah dalam keadaan terlepas dari tuntutan seorang pun. Keempat, hendaklah kamu memperhatikan setiap kewajiban atasmu yang sebelumnya telah kamu sia-siakan sehingga kamu dapat memenuhi kewajiban itu.
Kelima, hendaklah kamu perhatikan daging yang tumbuh dari hasil yang haram, lalu kamu kuruskan dia dengan kesedihan sehingga kulit menempel pada tulang, lalu tumbuh diantaranya daging yang baru. Dan keenam, hendaklah kamu rasakan badanmu dengan sakitnya ketaatan, sebagaimana kamu telah merasakannya dengan manisnya kemaksiatan. Maka, ketika itulah kamu layak mengucapkan, “Astaghfirullah”.
Rasulullah SAW beristighfar dalam satu hari tak kurang dari seratus kali. Padahal beliau telah disucikan hati, perbuatan, dan ucapannya oleh Allah. Malaikat Jibril pun senantiasa ada di sampingnya untuk menuntun setiap perbuatan yang dilakukannya. Beliau SAW sadar bahwa apa yang dilakukannya baik kebaikan atau ibadah di dunia ini tidak sebanding dengan karunia Allah kepadanya.
Tidak ada pemberi syafaat yang lebih berhasil selain taubat. pemberi syafaat bagi orang yang berdosa itu adalah pegakuan atas dosa itu, sedangkan taubatnya adalah dengan memohon ampunan.
Imam Ali mengajarkan kepada kita semua sebuah do’a untuk memohon ampun kepada Allah SWT:
Ya Allah, tunjukanlah kepadaku kebaikan-kebaikanku dan bimbinglah aku pada jalan yang lurus. Ya Allah perlakukan aku dengan ampunan-Mu, dan janganlah perlakukan aku dengan keadilan-Mu.
Ya Allah sesungguhnya dosa-dosaku ini tidak merugikan-Mu, dan curakan rahmatmu kepadaku tidak mengurangi-Mu, maka ampunilah aku apa yang tidak merugikan-Mu, dan karunialilah aku apa yang tidak memberi keuntungan bagi-Mu.
Ya Allah, curahkanlah waktuku untuk memenuhi tujuan penciptaanku, dan janganlah Engkau sibukkan diriku darinya karea sesungguhnya Engkau telah menjamin bagiku dengannya. Janganlah Engkau tolak aku, padahal aku memohon kepada-Mu, dan jangan pula Engkau siksa aku, padahal aku memohon ampun kepada-Mu.
Ya Allah ampunilah isyarat lirikan mata, ketergelinciran ucapan, nafsu hati, dan kekeliruan lidah.
Marilah kita sama-sama bertaubat kepada Allah dengan menyesali kejahatan dan dosa yang telah lalu, berikrar untuk tidak mengulanginya lagi, dan memperbaiki diri dengan mengabdi pada Allah dan berbuat baik pada semua makhluk.
Langganan:
Komentar (Atom)
